Selasa, 10 Februari 2009

Kekuatan Ibu


Suatu ketika, hiduplah dua suku di pegunungan Andes. Satu suku tinggal di
lembah-lembah, sedangkan suku yang lain tinggal di atas gunung. Suatu hari,
suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka
menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya
ke atas gunung.

Orang-orang suku lembah tidak tahu bagaimana mendaki gunung. Mreka tidak
tahu jalan mana yang digunakan oleh suku gunung. Mereka tidak tahu dimana
letak desa suku gunung. Juga, tidak tahu bagaimana mengikuti jejak-jejak
suku gunung di tebing-tebing gunung itu.

Tapi, meski pun begitu, mereka mengirim para prajurit terbaik mereka untuk
memanjat gunung dan membawa pulang bayi mereka.

Prajurit pertama mencoba memanjat tebing diikuti yang lain. Ketika prajurit
pertama gagal, mereka semua pun gagal. Mereka mencoba lagi dengan cara lain.
Namun, gagal. Setelah berhari-hari mereka mendaki, mereka hanya bisa memanjat
beberapa ratus kaki saja.

Suku lembah kehilangan harapan dan putus asa. Akhirnya mereka memutuskan
untuk kembali ke desa saja. Semua upaya dilakukan namun gagal.

Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke desa, tiba-tiba mereka
melihat ibu dari bayi yang diculik itu sedang menuruni tebing gunung melewati
mereka, sambil menggendong bayinya. Mereka terkejut sekali, bagaimana si
ibu itu bisa menuruni tebing yang justru mereka sendiri gagal untuk mendakinya?
Bagaimana si ibu itu bisa memanjat tebing-tebing itu mengalahkan mereka?
Terlebih lagi, mereka melihat si bayi itu telah terselamatkan. Bagaimana
mungkin?

Seorang prajurit menyambut ibu itu dan bertanya, "Wahai ibu, kami gagal
mendaki tebing ini. Bagaimana kau melakukan semua ini, mengalahkan seluruh
prajurit terkuat? Bagaimana bisa? Engkau belum pernah menjadi prajurit!"

Ibu itu mengangkat bahu dan berkata, "Sebab bayi yang diculik itu bukanlah
bayimu. Dan, kalian semua belum pernah menjadi Ibu."

-(The Mountain, Jim Stovall)

***

Burung, tak pernah diajarkan manusia untuk terbang, dan Ikan, tak pernah
belajar untuk berenang. Semuanya alami, semua berasal dari naluri. Hal itu,
akan hadir pada setiap mahluk yang percaya akan kebesaran Allah. Hanya Allah
lah yang memberikan kita kekuatan itu.

Dan, teman, cinta memberikan kekuatan.
Sebab, cinta adalah kekuatan itu sendiri. Cinta seorang ibu adalah naluri,
adalah alami, adalah sesuatu yang hadir dalam jiwa-jiwa yang penuh rasa
cinta. Setiap Ibu, tak akan pernah diajari bagaimana mengasihi buah hatinya.
Rasa itu akan hadir dengan sendirinya.

Kita pun, punya rasa itu. Asal
kita mau, menjalani semua garis-garis yang telah ditentukan-Nya.

Hope
you are well and please do take care

(unknown)

Senin, 09 Februari 2009

Kesempatan Yang Tersembunyi

Bila anda tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya anda melihat lagi langkah anda. Jangan-jangan anda tak mengalah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan. Kesalahan menuntun anda untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin anda untuk mengambil tindakan yang lebih baik.

Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus anda kerjakan. Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa anda. Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Colombus melakukan "kesalahan" yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika. Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti "kesalahan" tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah anda menganggapnya sebagai kesalahan?
(unkown)