Bagimana seseorang tahan berjam-jam bekerja seolah-olah tak mengenal lelah? Apa pula rahasia pekerja rig lepas pantai yang meninggalkan anak dan istri bertarung dengan angin dan badai? Bagai mana juga dengan para petani, nelayan, kuli, sopir angkutan, pekerja berat yang akan tahan membanting tulang di tengah terik panas atau dingin malam? Kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental? Sedangkan di sudut sempit yang lain, banyak orang mengeluh karena persoalan yang tidak besar dari ujung kuku.
Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang menlahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka; kepara keluarga nun jauh disana; kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka; kepada alam yang mengasuh mereka; kepada masa depan kehidupan yang sejahtera; atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.
Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja kita beberapa jam saja, maka kenanglah punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini. Beliau memiliki sesuatu yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan kerja. Kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.
Jumat, 11 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar